Orang Bodoh

BODOH

Aktivitas persiapan shooting hingga shooting ternyata sudah memakan waktu gaul gue untuk beberapa lama. Seingat gue, lebih dari 3 bulan waktu dan aktivitas gue konsentrasikan ke kerjaan.
Bodoh.
Akibatnya sejumlah aktivitas bersama istri harus terganggu. Rutinitas makan enak, nonton, jalan-jalan, shopping, semua berantakan.
Bodoh.

Hingga akhirnya, hari Minggu lalu, gue sempet-sempetin buat pergi makan bareng istri. Makan ke tempat yang udah lama banget gak kita datengin. Sushi Tengoku.

Makan berdua, 4 piring, hampir 2 jam. Bahagia tak terganti.
Dan tentunya dengan konsekuensi.
Istri yang kapasitas lambungnya memang terbatas, sudah memberi kode untuk menghentikan pesanan. Tapi hasrat manusi tidak terganti.

Selesai makan, sukar berdiri. Perut sesak oleh makanan.
Bodoh.
Bodoh Sekali.
Kebodohan yang tak perlu.
Bodoh.

Kekenyangan adalah kebodohan yang tak termaafkan.

Dewasa

DEWASA

Suatu waktu.
Lebih dari 12 tahun lalu.
Lagi Halal Bil Halal.
Dua orang Oom, lagi berbincang.
Tentang Karyawan.
-    "...gimana caranya loe mau kerja kalo loe gak tau apa yang mau loe kerjain!"
+    "ha ha ha ha...."
-    "Susah deh.... Kalo harus ngadepin karyawan kaya' gitu. Gue cuma minta mereka dewasa.
    Dan ukuran gue gampang banget
".
+    "Apaan?"
-    "Orang yang Dewasa itu, orang yang tau besok dia mau ngapain".

'Nyebelin' nih Oom.
Sementara dalam hidup gue sampai beberapa tahun lalu, gue seringkali gak tau apa yang akan gue kerjain besok.
Besok yang bisa diterjemahkan: besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, satu dasawarsa lagi, dan seterusnya....

Asli, sampe sekarang, kalo inget omongan itu, gue selalu merasa kurang dewasa.
Satu pembenaran gue: Kantor juga kadang tidak bisa membuat gue bisa menentukan apa yang bakal gue kerjain besok.